IDI Cabang Bima Gelar Seminar Sehari

Agustus 18, 2008 oleh idibima

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bima akan menggelar seminar sehari.

IDI Cab. Bima

IDI Cab. Bima

Seminar tersebut membahas manajemen laktasi dan penanganan terkini diare pada anak.
Pada acara rapat pembentukan panitia seminar di Aula RSUD Bima (Sabtu, 16/8) telah disepakati tentang pembicara, tempat dan waktu pelaksanaan seminar.
“Seminar sehari ini rencananya akan digelar pada Tanggal 30 Agustus 2008 di Aula SMA 1 Kota Bima”, jelas dr. I made Sugiana, selaku Ketua panitia.
“Untuk itu saya berharap kita dapat bekerja sama untuk menyukseskan acara ini. Kita bekerja sesuai tugas masing-masing. Sehingga pada saatnya nanti acara dapat berjalan dengan lancar”. Harap dokter Puskesmas Palibelo ini.
Sementara itu, dari sekretariat panitia menjelaskan untuk memudahkan registrasi peserta, dapat dilakukan di masing-masing Puskesmas, Dinas atau Rumah sakit atau untuk Dompu, Sumbawa dapat dikoordinir oleh satu orang. Selanjutnya nama-nama peserta didaftarkan kepada sekretariat panitia di RSUD Bima.

IDI Bima, Seminar

Agustus 18, 2008 oleh idibima

IDI Cabang Bima Present !

SEMINAR SEHARI

MANAJEMEN LAKTASI DAN PENANGANAN TERKINI DIARE PADA ANAK

bersama : dr. Hj. Asti Praborini, Sp.A, LBCLC dan dr. Oka Nurjaya, Sp.A

100 Tahun Bakti IDI

100 Tahun Bakti IDI

Sekretariat Panitia
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima
Jln. Langsat No. 1 Raba Bima
Tlp. 0374-43142, 44378
Email. idibima@gmail.com

2008

A. PENDAHULUAN
Ibu mana yang tak bahagia ketika anaknya sudah lahir? Salah satu tugas ibu adalah Menyusui bayinya. Hampir semua ibu berkeinginan menyusui anaknya sendiri. Tetapi tak jarang kesulitan ditemui dalam menyusui. Entah karena puting susu ibu lecet, payudara bengkak, ASI tak mau keluar, bayi tak mau mengisap, dan sebagainya.
Demikian pula diare pada anak. Kegawatannya tidak hanya disebabkan oleh derajat dehidrasi. Namun juga dipengaruhi oleh cara penanganannya.
Karena itu diperlukan pemahaman yang utuh tentang manajemen laktasi dan penanganan terkini diare pada anak ini. Khususnya bagi tenaga medis maupun paramedis sehingga dapat menjelaskan kepada seorang Ibu atau keluarga dan dapat memberikan penanganan yang tepat dalam mengatasi masalahnya.

B. Sasaran peserta
Dokter, perawat dan bidan se-Kab./Kota Pulau Sumbawa

C. Waktu dan tempat
Sabtu, 30 Agustus 2008. jam 10.30 s/d selesai. Di Aula SMA 1 Kota Bima. Jln. Soekarno-Hatta Raba.

D. Pembicara
1. dr. Hj. Asti Praborini, Sp.A., LBCLC.
2. dr. Oka Nurjaya, Sp.A.

E. Fasilitas
Peserta memperoleh sertifikat akreditasi, alat tulis, makalah, snack dan makan siang.

F. Susunan Acara
10.00-10.30 : Registrasi
10.30-11.00 : Pembukaan
11.00-11.45 : Materi pertama :
Penanganan Terkini Diare Pada Anak
Oleh : dr. Oka Nurjaya, Sp.A
Moderator : dr. Ana Sofyana, M.Kes.
11.45-12.30 : Diskusi
12.30-13.30 : I s h o m a
13.30-14.15 : materi kedua
Manajemen Laktasi
Oleh : dr. Hj. Asti praborini, Sp.A, LBCLC
Moderator : dr. Dony Rosmana
14.15-15.00 : Diskusi
15.00-15.30 : Penutupan

G. PESERTA DAN BIAYA
1. Peserta seminar ini berjumlah 120 orang dan pendaftaran langsung ditutup setelah kuota terpenuhi

2. Biaya yang dibebankan kepada tiap peserta adalah :
Doker : Rp. 100.000,-
Perawat/Bidan : Rp. 80.000,-

3. Pendaftaran peserta dapat dilakukan pada masing-masing instansi (Dinas Kesehatan, Rumah Sakit atau Puskesmas) atau dapat menghubungi sekretariat panitia Sdr. Firman, SE, S.Kep. RSUD Bima (VIP B) Tlp. 0374-44378, HP. 085739515141, 085239777200.

Formulir Registrasi

Nama :………………………………….
(Mohon nama dan gelar yang lengkap)

Alamat :…………………………………
Institusi :…………………………………
Email/HP/Fax :……………………………..

PANITIA SEMINAR SEHARI
MANAJEMEN LAKTASI dan
PENANGANAN TERKINI DIARE PADA ANAK

Penasehat :
• Kepala Dinas Kesehatan kab Bima
• Kepala Dinas Kesehatan kota Bima
• Direktur RSUD Bima
• Ketua Komite Medis RSUD Bima

Penanggung Jawab : Ketua IDI Kabupaten Bima

Ketua : dr. I Made Sugiana

Wakil Ketua : dr. Tri Sulaksana

Sekretaris :
• dr. H. Faturrahman
• Firman, SE. S.Kep
Bendahara : dr. Early

1. Sie Perlengkapan/ Transportasi :
• dr. Intan Insani
• A. Rasul, AMHK
• dr. Hidayat Hazairin
• dr. Hilmi Umasangadji

2. Sie konsumsi :
• dr. Reni
• Lisma Humaidah, S. Kep
• Rostina, SKM

3. Sie Acara/ Ilmiah :
• dr. H. Adi W.
• dr. Kusumayani

dr. Dony Rosmana
• dr. Anna Sofyana, M.Kes

4. Sie Dokumentasi/ Publikasi :
• dr. Wulan Safitri
• dr. Ika Suci Agustita
• dr. Dewi Puspaningsih
• dr. M. Natsir

Siaran Pers Ikatan Dokter Indonesia

Agustus 18, 2008 oleh idibima

Pada Puncak Acara Hari Bakti Dokter Indonesia

Jakarta, 28 Mei 2008

”Puncak Acara Hari Bakti Dokter Indonesia dalam rangka Seabad Kebangkitan Nasional dan Seabad Kiprah Dokter Indonesia” merupakan rangkaian acara yang berawal dari hasil audiensi PB IDI kepada Bapak Presiden tanggal 20 Juni 2007, yang salah satu hasilnya adalah rencana kami memperingati secara khusus seabad kebangkitan nasional yang sekaligus melekat erat di dalamnya seabad kiprah dokter Indonesia; melalui kerangka pikir untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai upaya merevitalisasi peran dokter Indonesia agar kembali berperan, tidak hanya sebagai agent of treatment, namun juga sebagai agent of social change dan agent of development. Karena pada hakekatnya, ketiga peran atau ”TRIAS PERAN” tersebut merupakan warisan luhur para dokter pendahulu di era Budi Utomo yang telah menempatkan peran strategis dokter Indonesia dalam konteks kebangsaan.

Program ini dimulai pada Bulan Juni 2007. Kegiatan yang dilaksanakan dibagi dalam 2 kelompok kegiatan: 1) Kelompok Kegiatan Internal: Pengkajian Wawasan Profesional-Cendekia; dan 2) Kelompok Kegiatan Eksternal, bersifat Konkrit Operasional.

Kelompok kegiatan pengkajian wawasan profesional-cendikia bertujuan untuk membaca permasalahan yang berkembang di masyarakat sebagai penguatan atas keberadaan perlunya revitalisasi TRIAS-PERAN dokter Indonesia. Terdapat sembilan topik utama yang didiskusikan, a.l, tentang: sehat sakitnya sebuah bangsa, trend biaya pendidikan kedokteran yang relatif mahal dewasa ini, konsep sehat yang murah dengan prinsip kendali biaya dan kendali mutu, dan perlunya membangun kesetiakawanan kesehatan.

Untuk Kelompok ”Kegiatan-Eksternal-Konkrit-Operasional” meliputi sembilan kegiatan utama, a.l.: Penerbitan Film Dokumenter dan Pencanangan Gerakan Dokter Untuk Bangsa; KAWAN IDI; Dokter Kecil Award ; Mobile Clinic IDI untuk Kaum Papa dan kegiatan Bakti IDI yang direncanakan sepanjang tahun 2008; Expo atas Achievement 100 Tahun Dunia Kedokteran Indonesia (berlangsung besok, 29 Mei Sampai 1 Juni di Jakarta Convention Centre); Penerbitan Buku Indonesian Caring Physician; dan Hari Bakti Dokter Indonesia 21 Mei 2008.

Semua rangkaian kegiatan di atas terbingkai dalam kerangka pikir Gerakan Dokter Untuk Bangsa, yaitu gerakan yang menghimpun dan mengerahkan segenap potensi dokter dan potensi masyarakat untuk menyehatkan bangsa. Gerakan ini sudah dideklarasikan pada saat HUT IDI ke 59, 24 Oktober 2007 di tempat lahirnya Budi Utomo di eks-Gedung STOVIA.

Beberapa kegiatan yang sudah dijalankan terkait dengan gerakan yang menghimpun potensi masyarakat, yaitu KAWAN IDI dan Dokter Kecil Award. Gerakan ini

KAWAN IDI merupakan akronim dari Kemah Relawan IDI, adalah program pembekalan kerelawanan yang melibatkan masyarakat non-kesehatan agar memiliki ketanggapan medis yang dibutuhkan bila terjadi bencana. Kegiatan ini diselenggarakan di Bontang tanggal 18-20 Januari 2008. Program ini merupakan upaya untuk memantapkan jaring relawan di bawah koordinasi IDI, mulai dari NAD sampai ke Papua.

Dokter Kecil Award merupakan program pengenalan sejak dini kepada anak-anak agar mengenal jatidiri dokter Indonesia yang sesungguhnya. Tujuan program ini agar dokter-dokter kecil dapat menjadi contoh berperilaku hidup sehat dan peduli lingkungan. Rangkaian program ini berlangsung dari Februari sampai Mei 2008 diakhiri dengan grand final yang berhasil memilih finalis Dokter Kecil Award. Para finalis tersebut hadir di sini. Pemenang award-1, Karisa dari SDN Pondok Labu 11 dan pemenang award-2 Annisa dari SD Global.

Program nyata, terkait dengan gerakan menghimpun potensi dokter untuk menyehatkan bangsa difokuskan pada upaya, mengingatkan kembali dokter-dokter Indonesia bahwa sehatnya sebuah bangsa bukan hanya sekadar sehat fisik namun juga harus meliputi sehat mental dan sosial. Fokus ini sesuai dengan definisi sehat dari WHO.

Gerakan untuk menghimpun potensi dokter berpijak pada konsep revitalisasi ”TRIAS-PERAN” dokter Indonesia. Kaitannya dengan hal tersebut IDI meluncurkan buku Indonesian Caring Physician yang pada hakekatnya merekam aktivitas dokter-dokter Indonesia yang mendekati TRIAS-PERAN tersebut.

Buku Indonesian Caring Physician ini memuat 112 figur dokter peduli, diseleksi dari seluruh anggota IDI melalui mekanisme pengusulan yang dilakukan 31 IDI-Provinsi, 343 IDI Kabupaten-Kota, 70 Pengurus Pusat Perhimpunan dokter Spesialis dan Seminat di bawah lingkungan IDI. Diharapkan dengan adanya buku ini, proses untuk merevitalisasi peran dokter dapat semakin diperkuat, hal ini mengingat dari dokter-dokter peduli tersebut, telah diseleksi lebih lanjut oleh Majelis Kehormatan Etika Kedokteran, dan terpilih 3 figur dokter yang diharapkan dapat menjadi role model dalam menjalankan Trias Peran dokter Indonesia.

Gerakan dokter untuk bangsa dalam kaitannya dengan upaya merevitalisasi peran dokter membutuhkan upaya jangka panjang dan hanya akan terjadi di dalam sistem yang memungkinkan untuk itu. Para professional di dalam lingkungan IDI berupaya secara terus menerus untuk mengusulkan sistem yang sesuai untuk itu.

Sistem itu adalah sistem pelayanan kesehatan dan kedokteran terpadu, yang berbasis sistem pembiayaan asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib bagi seluruh warga negara. Yang mampu diwajibkan membayar sendiri dan yang tidak mampu premi asuransinya disubsidi oleh negara. Melalui keterpaduan dengan sistem pelayanan kedokteran berbasis pendekatan keluarga yang ditunjang sistem peningkatan kompetensi dokter, kami yakin profesi kedokteran saat ini dan mendatang akan mampu memberikan kontribusi lebih besar dalam mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih sehat, bangsa yang lebih kuat dan bangsa yang lebih terhormat.

Aktivitas di dalam Hari Bakti Dokter Indonesia yang untuk pertama kalinya dilaksanakan pada tahun 2008 ini adalah menghimbau dokter-dokter seluruh Indonesia pada hari tersebut untuk membebaskan atau mengumpulkan jasa konsultasi mediknya untuk disumbangkan kepada masyarakat yang tidak mampu. Aktivitas ini dilatarbelakangi oleh situasi aktual masyarakat saat ini yang membutuhkan solidaritas, empati dan rasa kesetiakawanan dari setiap elemen bangsa.

Dengan asumsi kejadian penyakit yang selalu ada sekitar 10-15% per bulan dari total penduduk Indonesia, artinya setiap bulan ada 22 juta sampai 33 juta rakyat sakit. Atau perharinya sekitar 750 ribu sampai 1,1 juta rakyat sakit. Dengan asumsi 30% membutuhkan pelayanan kedokteran, yaitu sekitar 250 ribu sampai 360 ribu pasien, dengan biaya konsultasi rata-rata 25 ribu rupiah, maka kontribusi dokter untuk dapat mengurangi beban atau membantu masyarakat pada hari itu setara dengan 6,25 M sampai 9 M .

Mudah-mudahan dengan penetapan Hari Bakti ini, secara bertahap dari tahun ke tahun semua dokter akan lebih terlibat di dalamnya sehingga menjadi tradisi yang baik dan budaya yang mulia.

Ketua Umum PB IDI
DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes

Hello world!

Agustus 18, 2008 oleh idibima

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!